Di Balik Secangkir Teh Hangat, Sofyan Menyemai Kolaborasi
Sabtu pagi, 14 Februari 2026, Sofyan Yuli Antonius melangkah menuju Rumah Makan Alami Sayang, Ngadirojo, dengan satu tujuan sederhana: meliput Seminar dan Sosialisasi Program Pascasarjana S2 Universitas Widya Dharma Klaten.
Undangan yang ia terima melalui grup WhatsApp dari admin Rumah Kreatif terasa seperti panggilan tugas sekaligus peluang. Bagi Sofyan, setiap agenda pendidikan selalu menyimpan cerita yang layak disampaikan kepada publik.
Suasana rumah makan terasa hangat. Deretan kursi mulai terisi para guru, ASN, dan pegiat pendidikan yang ingin mengetahui peluang studi lanjut. Di depan ruangan, Rektor Universitas Widya Dharma Klaten, Prof. Dr. Triyono, memaparkan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para pendidik yang ingin melanjutkan studi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi daerah,” ujar Prof. Triyono di hadapan peserta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, turut memberikan pandangan. Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kompetensi guru.
“Guru perlu terus bertumbuh. Ketika guru meningkat kualitasnya, maka kualitas pendidikan di daerah juga ikut terangkat,” tuturnya.
Sofyan duduk sambil mencatat, namun sesekali ia mengangkat wajah, menangkap ekspresi antusias para peserta. Ia tidak hanya merekam fakta, tetapi juga merasakan semangat yang tumbuh di ruangan itu.
Di sela acara, ia berbincang ringan dengan pihak kampus. Percakapan mengalir tentang peran media dalam mendukung publikasi kegiatan pendidikan. Sofyan pun menyampaikan harapannya.
“Kami di majalahlarise.com ingin menjadi mitra strategis kampus dalam menyampaikan informasi kegiatan akademik kepada masyarakat. Sinergi ini penting agar publik mendapatkan akses informasi pendidikan yang berkualitas,” ucapnya.
Obrolan itu berlanjut hingga pertukaran nomor kontak rektor dan humas kampus. Tidak ada seremoni khusus, hanya jabat tangan hangat dan komitmen untuk tetap terhubung.
Menjelang siang, ketika acara usai, Sofyan menutup buku catatannya dengan perasaan optimistis.
“Kadang hasil liputan bukan hanya berita yang terbit, tetapi relasi yang terbangun. Dari sinilah kerja sama bisa bertumbuh,” katanya pelan.
Hari itu, di Ngadirojo, ia tidak sekadar menghadiri seminar. Ia sedang merawat jejaring, membuka peluang kolaborasi, dan meneguhkan peran media sebagai jembatan antara kampus dan masyarakat. (*)

0 komentar