Liputan Sofyan: Perjuangan Menuju Batu Seribu Saksikan Aksi Literasi Danar Superhero Gatutkaca
![]() |
| Aksi Danar Superhero Gatutkaca saat mendongeng Nabi Nuh. |
Selasa, 17 Februari 2026, Sofyan Yuli Antonius sudah bersiap sejak awal hari. Sebuah pesan undangan liputan dari Danar Superhero membuatnya bersemangat. Ada aksi unik yang akan digelar di obyek wisata Batu Seribu: literasi, dongeng, hingga berbagi nasi berkat dan jamu dalam balutan kostum Gatutkaca. Bagi Sofyan, ini bukan sekadar liputan ini cerita yang layak diabadikan.
Perjalanan menuju Batu Seribu tidak mudah. Jalanan pegunungan naik turun menyambutnya dengan udara lembap sisa hujan. Beberapa titik terasa licin. Motor yang ia kendarai harus melambat, menyesuaikan medan. Di tengah perjalanan, ia sempat menarik napas panjang. “Perjuangan menuju lokasi selalu punya ceritanya sendiri,” gumamnya dalam hati. Namun justru di situlah letak romantika profesi yang ia cintai.
Sesampainya di lokasi, suasana padusan menyambut datangnya Ramadan terasa hidup. Pengunjung berdatangan, anak-anak berlarian, suara tawa bercampur gemericik air. Di tengah keramaian itu, sosok Danar Superhero Gatutkaca tampil mencolok. Dengan penuh ekspresi, ia mendongeng kisah Nabi Nuh. Anak-anak duduk melingkar, mata mereka berbinar, seolah sedang menonton pertunjukan besar.
Sofyan mengamati setiap detail. Ia mengambil dokumentasi, mencatat momen, lalu mendekat untuk melakukan wawancara. Danar berbicara tentang misi literasi dan berbagi kebahagiaan menjelang Ramadan. Tak lama kemudian, Sofyan juga berbincang dengan Plt Kepala Disporapar Kabupaten Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya, yang menyampaikan dukungan terhadap kegiatan kreatif di destinasi wisata.
Yang membuat hati Sofyan hangat bukan hanya dongengnya, tetapi aksi berbagi itu sendiri. Nasi berkat yang dibungkus daun jati dibagikan kepada para pengunjung. Ada juga jamu yang disajikan dengan sederhana. Tradisi, budaya, literasi, dan kepedulian menyatu dalam satu peristiwa.
Menjelang sore, hujan kembali turun. Rintiknya perlahan berubah deras. Namun liputan harus tuntas. Sofyan memastikan semua data lengkap, kutipan narasumber akurat, dan suasana tergambar utuh. Baginya, pembaca majalahlarise.com berhak mendapatkan cerita terbaik.
Sore itu, setelah kembali dari medan pegunungan yang kembali licin karena hujan, ia langsung menulis. Kata demi kata dirangkai dengan hati. Tepat pukul 18.00 WIB, berita itu terbit. Ia menatap layar sejenak, merasa lega sekaligus bangga.
“Semoga tulisan ini bukan hanya menjadi berita, tetapi juga kenangan tentang cara sederhana menyambut Ramadan dengan literasi dan berbagi,” batinnya.
Di balik setiap berita yang terbit, selalu ada perjalanan. Dan bagi Sofyan, perjalanan ke Batu Seribu hari itu bukan sekadar tugas jurnalistik. Ia adalah kisah tentang dedikasi, tentang menembus hujan dan jalanan terjal, demi menghadirkan cerita yang menginspirasi. (*)
Berita hasil liputan: Literasi Superhero di Batu Seribu, Dongeng Nabi Nuh hingga Gunungan Sego Berkat Semarakkan Tradisi Padusan Sukoharjo


0 komentar